Selamanya
Dengan lapang dada ku akan menerima rasa sakit dari apa yg telah ku mulai Mungkin semesta menguji atas apa yg kita harapkan selama ini, apakah kita menyesalinya karena pernah memintanya? Apakah kita bisa mengembannya ? Dapatkah bertanggung jawab atas pilihan kita ? Atas harapan kita ? Pikiran intrusif selalu dengan jelas mengatakan hal2 akan penyesalan, penyelesaian, kepahitan dan kepedihan namun aku sangat amat memahami dan mengerti, bahwa aku tidak pernah menyesal telah sampai pada titik itu dalam hidupku, tak apa diriku pernah memberikan kasih, aku sangat bersyukur dapat melakukanya tanpa paksaan dan penyesalan Lalu apakah tulisan ini adalah sebuah bentuk dari penyesalan ? -bukan Aku sangat bersyukur dan berterima kasih siapapun menjadi apa dirimu untukku, nanti, hingga esok hari